Sebutir Pasir

Pada suatu hari , seorang pria yang tiba-tiba terkenal karena telah mampu menakhlukkan sebuah gunung tertinggi , ditanya oleh seorang pengagumnya.
”Apa yang paling anda takuti dalam menjelajah alam ..??’ tanya si pengagum.
Dan sipenjelajah pun mengaku , bahwa ia tidak takut pada binatang buas , jurang yang curam , bongkahan es ataupun padang pasir dan gersang sekalipun.

“Lalu apa??… “, tanya si pengagum
”Saya paling takut pada sebutir pasir , ya, sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari kaki” , jawab sipenjelajah
Si pengagum pun heran , bagaimana mungkin sebutir pasir lebih menyeramkan dari binatang buas ataupun terbing yang terjal.
Melihat kebingungan pengagumnya itu , sang penjelajahpun melanjutkan ,

”Sebutir pasir yang terselip pada sela-sela jari kaki saya, seringkali menjadi awal malapetaka, ia bisa masuk ke kulit kaki , atau menyusup lewat kuku, lama-lama jari kaki kena infeksi, lalu membusuk . Tanpa sadar kaki pun tidak bisa digerakkan, itulah malapetaka bagi seorang penjeleajah, sebab dia harus ditandu”.

Apa yang disampaikan oleh si penjelajah tadi patut kita renungkan. Dalam hidup ini , seringkali kita mengabaikan hal-hal kecil ataupun dosa-dosa kecil yang dapat menjadi malapetaka dalam hidup kita, ya… Misalnya , mencoba mencicipi minuman keras, atau membicarakan keburukan orang lain, awalnya mungkin iseng , tapi lambat laun menjadi kebiasaan dan menjadi dosa besar yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain.

Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al qur’an

Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu):”Berimanlah kamu kepada Rabbmu”; maka kamipun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. (QS. 3:193)

Tigress

Berbaik hatilah, karena semua orang yang kau temui berjuang dalam pertempuran yang lebih sulit.
Aku tak tahu pasti bagaimana Jesse bisa berada di klinikku. Sepertinya usianya belum cukup untuk menyetir, maskipun tubuhnya sudah mulai tumbuh dan gerakannya lentur seperti layaknya seorang pemuda. Wajahnya jujur dan terbuka.
Waktu aku masuk ke ruang tunggu, Jesse sedang membelai kucingnya dengan penuh kasih sayahng melalui pintu keranjang yang terbuka di pangkuannya. Seperti anak sekolahnya yang percaya pada seorang dokter, ia membawa kucingnya yang sakit padaku agar disembuhkan.
Kucing itu kecil, bentuknya indah, kepalanya lembut, dan warnanya bagus. Usianya sekitar 15 tahun. Dapat kulihat bagaimana bintik dan garisnya dan wajahnya yang cerah dan galak menimbulkan bayangan harimau dalam pikiran seorang anak, maka Tigress (harimau betina)-lah namanya.
Usia telah meredupkan api hijau cerah dimatanya dan matanya sudah tidak berbinar lagi, tapi ia masih anggun dan tenang. Ia menyapu dengan menggosokkan tubuhnya pada tanganku.
Aku mulai bertanya untuk mengetahui apa yang membawa keduanya menemuiku. Tidak seperti kebanyakan orang dewasa, anak remaja itu menjawab dengan langsung dan sederhana. Selera makan Tigress memburuk akhir-akhir ini, dan ia mulai muntah beberapa kali sehari. Sekarang ia tidak mau makan sama sekali, menarik diri dan murung. Beratnya juga turun setengah kilgram – itu penurunan yang cukup banyak untuk berat badan yang Cuma tiga kilogram.
Sambil membelai Tigress, aku memuji kecantikannya sambil memeriksa mata dan mulutnya, mendengarkan jantung dan paru-parunya, dan meraba perutnya. Alalu aku menemukannya: gumpalan di perut tengah. Dengan sopan, Tigress mencoba menyelinap kabur. Ia tak suka gumpalan itu diraba.

Baca entri selengkapnya »

10 Kunci Temukan Diri Sejati

Ketergesaan dalam kehidupan modern, yang bergerak serba cepat, seringkali membuat kita melupakan diri sendiri dan kehilangan kendali. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membawa kita kembali ke diri sejati. Berikut 10 kekuatan yang dapat mengarahkan kita kembali ke diri sendiri dan menemukan sebuah kedamaian.

Baca entri selengkapnya »

Santet Lewat HP hanya Isu

Terungkap Sudah kalau Terror santet lewat Telepon Genggam itu tidak benar. Sesuai dengan berita di Riaupos.com edisi jum’at 09/5. demikian isinya :

“Isu Short Message Service (SMS) dengan tampilan warna merah di layar ponsel dapat menyebabkan kematian, cepat menyebar di masyarakat. Siapa sebenarnya pengirim pertama SMS itu, dan apa motifnya? Laporan evi suryati, Bengkalis evi-suryati@riaupos.co.id Isu SMS tampilan warna merah yang dapat menyebabkan kematian memang heboh di mana-mana. Banyak masyarakat yang memercayainya, namun banyak juga yang tidak. Seperti halnya Kepala Bagian Humas Pemkab Bengkalis, Johansyah Syafri. Ia mengingatkan dan meminta masyarakat untuk tidak mempercayai isu tersebut. Melalui telepon selulernya dari Batam, Johan mengatakan, SMS tersebut bukan dikirim oleh dukun atau tukang santet, dan bukan pula dikirim oleh seseorang yang saat ini tengah memperdalam ilmu hitamnya seperti rumor yang berkembang di tengah masyarakat Bengkalis. Baca entri selengkapnya »

Jangan Percaya Isu Terror Santet Lewat Telpon Genggam

Dunia memang sudah canggih, sampai tukang santet pun ikut memanfaatkan teknologi sekarang, untuk kepentingan Magignya. Berita tentang Telpon dan SMS santet sekarang sudah sangat meresahkan masyarakat.Percaya atau tidak, beberapa media sudah gencar memberitakan hal tersebut. diantaranya detiknet.com , okezone.com, Dll.

Entah apa latar belakang dari semua ini. Kita sekarang ini sedang dilanda keraguan, mana yang akan kita percaya?, benarkah ini terjadi?, Kenapa pula santet harus menebar magignya lewat nomor ponsel dari salah satu operator saja?. apakah ini hanyalah trik persaingan bisnis belaka?. Beribu pertanyaan bergejolak di benak kita. Namun jawaban dari semua ini adalah sejauh mana tingkat keimanan kita kepada Allah yang menciptakan dunia nyata dan ghaib. Untuk mengantisipasi hal ini lebih baik tidak mempercayainya. karena MUSYRIK lebih kejam dari pada Mati Disebabkan Santet.

Baca entri selengkapnya »